Muna, Sulawesi Tenggara — Setelah resmi bertransformasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) menjadi bagian dari Universitas Karya Persada Muna (UKPM), institusi ini menegaskan komitmennya untuk tetap menjadikan pendidikan kesehatan sebagai salah satu fokus utama. UKPM melanjutkan tradisi STIKes UKPM dalam menghasilkan lulusan tenaga kesehatan yang profesional, kompeten, dan menjunjung tinggi etika profesi.
Warisan STIKes Tetap Hidup dalam Struktur Universitas
STIKes UKPM yang telah lama dikenal sebagai institusi pendidikan tinggi di bidang kesehatan, kini resmi melebur ke dalam struktur UKPM sejak transformasi kelembagaan pada tahun 2024. Meskipun berubah bentuk secara administratif, substansi dan semangat dari pendidikan kesehatan yang telah dibangun tetap dipertahankan dan bahkan diperkuat.
Program studi seperti Keperawatan, Kebidanan, dan Profesi Ners tetap berjalan sebagaimana mestinya, kini di bawah fakultas atau unit akademik kesehatan di Universitas Karya Persada Muna. Kurikulum tetap mengacu pada standar nasional dan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia.
Penguatan Kompetensi dan Etika Profesional
UKPM menegaskan bahwa lulusan bidang kesehatan tidak hanya dituntut untuk cakap secara akademik dan teknis, tetapi juga memiliki etika profesional yang kuat. Oleh karena itu, pembelajaran di kampus menitikberatkan pada integritas, tanggung jawab sosial, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini sesuai dengan filosofi awal STIKes yang ingin mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya bekerja, tetapi melayani.
Selain praktik klinik dan laboratorium, mahasiswa juga terlibat dalam program pengabdian masyarakat di desa-desa sekitar, mengikuti praktik lapangan terpadu (PLT), serta mendapat bimbingan langsung dari dosen praktisi dan akademisi berpengalaman.
Dukungan Fasilitas dan SDM yang Terus Ditingkatkan
Sebagai bagian dari universitas, program studi kesehatan kini mendapat dukungan fasilitas yang lebih luas, termasuk rencana pengembangan laboratorium terpadu, peningkatan kemitraan dengan rumah sakit pendidikan, serta peluang kolaborasi lintas prodi di lingkungan kampus.
Dosen dan tenaga pendidik juga terus dikembangkan melalui pelatihan, studi lanjut, serta sertifikasi kompetensi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses pembelajaran tetap bermutu dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan.
Komitmen UKPM ke Depan
Rektor Universitas Karya Persada Muna menyampaikan bahwa transformasi ini bukan sekadar penggabungan administrasi, tetapi langkah strategis untuk memperkuat peran pendidikan tinggi dalam pembangunan kesehatan masyarakat, khususnya di Sulawesi Tenggara.
“Pendidikan kesehatan tetap menjadi prioritas kami. Kami percaya bahwa dengan SDM yang unggul dan terdidik, kita dapat memberikan dampak besar bagi sistem kesehatan, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan,” ujarnya.
Dengan semangat baru sebagai universitas, UKPM tetap melanjutkan jejak STIKes sebagai pelopor pendidikan tenaga kesehatan di wilayah Muna dan sekitarnya, dengan harapan dapat melahirkan lebih banyak profesional kesehatan yang siap terjun di tengah masyarakat dan memberikan layanan terbaik dengan penuh empati dan etika.
