Analisis mengenai postur kerja nelayan tradisional menjadi aspek krusial dalam upaya menekan angka cedera otot dan tulang akibat beban fisik yang berlebihan di pesisir Kabupaten Muna. Tim mahasiswa dari Universitas Karya Persada Muna (UKPM) turun langsung ke kawasan pesisir guna mengamati, mendokumentasikan, dan mengevaluasi posisi tubuh para penangkap ikan saat menarik jaring dari dalam laut. Aktivitas melaut yang berlangsung selama berjam-jam sering kali memaksa para pekerja pesisir mempertahankan posisi membungkuk, meliukkan badan, serta menahan beban berat secara terus-menerus. Tanpa adanya pemahaman mengenai ergonomi dasar, kebiasaan tersebut berisiko tinggi memicu gangguan muskuloskeletal kronis yang berpotensi menurunkan produktivitas serta kualitas hidup para nelayan dalam jangka panjang.

Melalui penelitian lapangan yang mendalam, para akademisi muda ini menerapkan berbagai metode penilaian biomekanika untuk memetakan titik-titik ketegangan otot pada tubuh pekerja. Penelitian ini tidak sekadar mengumpulkan data statistik, melainkan bertujuan memberikan solusi praktis berupa edukasi posisi tubuh yang aman dan ergonomis. Dengan memadukan kajian ilmiah dan kondisi riil di lapangan, mahasiswa UKPM berkomitmen membantu masyarakat pesisir Muna agar tetap dapat bekerja secara optimal tanpa harus mengorbankan kesehatan fisik mereka.

Realitas Beban Fisik Nelayan Tradisional di Kabupaten Muna

Sektor perikanan di Kabupaten Muna masih sangat bergantung pada tenaga manusia dan metode penangkapan tradisional. Setiap hari, para pekerja laut harus menghadapi tantangan alam yang tidak menentu, gelombang tinggi, serta ritme kerja yang amat menguras energi. Aktivitas menarik jaring yang penuh dengan muatan hasil tangkapan menjadi salah satu momen paling krusial di mana tubuh menerima tekanan biomekanis paling tinggi.

  • Repetisi Gerakan Tanpa Jeda: Gerakan menarik tali jaring secara berulang-ulang dalam durasi waktu yang lama tanpa diimbangi istirahat yang cukup.
  • Beban Statis pada Punggung Bawah: Posisi membungkuk yang ditahan dalam waktu lama saat menyusun atau memilah hasil tangkapan di atas perahu.
  • Pencahayaan dan Kestabilan Pijakan: Landasan kapal yang terus bergoyang akibat gelombang memperberat beban otot kaki dan pinggang untuk mempertahankan keseimbangan tubuh.

Jika kebiasaan fisik yang keliru ini terus berulang tanpa adanya intervensi medis atau ergonomis, risiko kerusakan struktur tulang belakang akan meningkat secara drastis. Rasa nyeri yang awalnya dianggap sekadar lelah biasa dapat berkembang menjadi kondisi kronis yang membatasi pergerakan tubuh secara permanen.

Metode Evaluasi Ergonomi dan Postur Kerja Lapangan

Dalam melaksanakan riset ini, mahasiswa UKPM menggunakan pendekatan evaluasi ergonomi terstandardisasi yang diakui secara internasional. Langkah pertama dimulai dengan mengamati aktivitas rutin nelayan dari jarak dekat menggunakan instrumen perekam visual guna menangkap detail setiap sudut gerakan tubuh.

Penerapan Metode REBA dan RULA

Para mahasiswa memanfaatkan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) serta Rapid Upper Limb Assessment (RULA) untuk mengukur tingkat risiko ergonomis pada setiap bagian tubuh, mulai dari leher, punggung, lengan, hingga pergelangan tangan.

  • Penilaian Sudut Punggung dan Leher: Menganalisis tingkat kemiringan tulang belakang saat nelayan menarik beban dari bawah ke atas.
  • Evaluasi Beban Beban Eksternal: Menghitung besarnya gaya tarik yang diterima oleh sendi bahu dan siku saat jaring terisi penuh oleh ikan.
  • Skoring Tingkat Risiko: Mengelompokkan hasil analisis ke dalam kategori risiko rendah, sedang, hingga sangat tinggi yang membutuhkan perbaikan tindakan secepatnya.

Pengukuran Keluhan Muslokoskeletal

Selain observasi visual, tim peneliti juga menyebarkan kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk mendata bagian tubuh mana yang paling sering mengalami rasa sakit atau pegal setelah melaut. Data ini menjadi acuan penting untuk mencocokkan antara hasil analisis sudut posisi tubuh dan keluhan subjektif yang dirasakan oleh para pekerja.

Dampak Positif Edukasi Posisi Tubuh Ergonomis Bagi Masyarakat Pesisir

Melalui pengamatan langsung di lapangan, tim peneliti menemukan bahwa perbaikan kecil pada postur kerja dapat memberikan dampak signifikan dalam mengurangi beban mekanis pada persendian tubuh nelayan. Mahasiswa UKPM memberikan sosialisasi interaktif mengenai teknik pengangkatan beban yang benar, seperti memanfaatkan kekuatan otot paha dan kaki daripada membebankan seluruh daya pada otot tulang belakang.

Manfaat utama dari penerapan prinsip ergonomi bagi nelayan tradisional mencakup:

  • Pengurangan Risiko Nyeri Punggung Bawah: Menjaga posisi tulang belakang tetap netral saat menarik beban berat dari atas perahu.
  • Peningkatan Efisiensi Tenaga: Menggunakan kombinasi kelompok otot besar sehingga tubuh tidak cepat mengalami kelelahan ekstrem.
  • Pencegahan Cedera Otot Akut: Mengurangi risiko terkilir atau kram otot mendadak akibat gerakan menyentak saat menangani jaring yang tersangkut.
  • Keberlanjutan Mata Pencaharian: Memastikan nelayan dapat terus bekerja hingga usia tua dalam kondisi fisik yang sehat dan bugar.

Respon masyarakat pesisir terhadap kegiatan ini sangat positif. Banyak nelayan baru menyadari bahwa rasa sakit yang selama ini mereka anggap wajar ternyata dapat dicegah melalui penyesuaian posisi tubuh yang lebih tepat.

Sinergi Akademisi dan Masyarakat dalam Pembangunan Kesehatan Pesisir

Langkah konkret yang dilakukan oleh mahasiswa UKPM Muna ini membuktikan bahwa riset akademis dapat memberikan kontribusi langsung bagi kesejahteraan masyarakat maritim. Pendidikan tinggi tidak hanya berfokus pada teori di dalam ruang kelas, tetapi juga harus hadir membawa solusi atas permasalahan nyata yang dihadapi oleh kelompok pekerja informal.

Pengembangan alat bantu sederhana, seperti modifikasi roler penarik jaring atau katrol portabel, menjadi rekomendasi jangka panjang yang diusulkan oleh tim peneliti kepada pemerintah daerah setempat. Dengan adanya sentuhan teknologi tepat guna yang dibarengi dengan pemahaman keselamatan kerja yang baik, produktivitas sektor perikanan di Kabupaten Muna dapat terus meningkat tanpa mengabaikan aspek keselamatan jasmani para pelakunya.

Kesimpulan

Kegiatan analisis postur kerja yang dijalankan oleh mahasiswa UKPM Muna pada sektor perikanan tradisional memberikan landasan kuat bagi upaya pencegahan cedera di kalangan nelayan. Melalui identifikasi risiko ergonomis menggunakan instrumen ilmiah serta penyampaian edukasi taktis di lapangan, para pekerja laut kini memiliki pengetahuan yang lebih baik dalam menjaga keselamatan tubuh mereka saat beraktivitas. Penanganan masalah ergonomi di wilayah pesisir harus terus berlanjut secara berkesinambungan agar seluruh nelayan tradisional dapat bekerja secara aman, efisien, dan terbebas dari ancaman gangguan fisik jangka panjang.

Baca juga: Sekda Batalaiworu Dorong Tenaga Kesehatan Melek Teknologi di Seminar

bento4d bento4d bento4d