Dunia pendidikan tinggi seringkali dikritik karena dianggap sebagai “menara gading” yang asyik dengan teori-teori akademis namun berjarak dari realitas sosial di sekitarnya. Menjawab tantangan tersebut, Sekolah Tinggi Kesehatan yang kini berada di bawah naungan Universitas Karya Persada Muna (UKPM) melakukan sebuah terobosan fundamental melalui program inovatif bernama “Sekolah Rakyat”. Program ini dirancang bukan sekadar sebagai pemenuhan kewajiban pengabdian masyarakat, melainkan sebagai upaya sistematis untuk mentransformasi derajat kesehatan masyarakat di pelosok Kabupaten Muna.

Kabupaten Muna, dengan karakteristik geografisnya yang unik, masih menghadapi berbagai tantangan kesehatan dasar, mulai dari angka stunting, akses sanitasi, hingga literasi kesehatan yang rendah. Kehadiran Program Sekolah Rakyat oleh UKPM menjadi oase di tengah keterbatasan akses informasi medis. Melalui program ini, mahasiswa dan dosen tidak hanya datang sebagai tamu, tetapi sebagai mitra dialog bagi warga desa untuk memecahkan persoalan kesehatan secara mandiri dan berkelanjutan.

Filosofi Sekolah Rakyat: Pendidikan Kesehatan yang Membebaskan

Filosofi di balik Sekolah Rakyat adalah pendidikan yang membebaskan, sebuah konsep yang diadaptasi untuk sektor kesehatan. Masyarakat tidak lagi dipandang sebagai objek pasif yang hanya menerima instruksi medis, tetapi sebagai subjek yang memiliki kearifan lokal. Karya Persada Muna meyakini bahwa perubahan perilaku kesehatan yang langgeng hanya bisa terjadi jika masyarakat memahami “mengapa” sebuah tindakan kesehatan perlu dilakukan, bukan hanya “bagaimana” melakukannya.

Program ini mengadopsi metode pembelajaran andragogi (pendidikan orang dewasa) yang partisipatif. Di bawah rindangnya pohon atau di balai desa, para akademisi UKPM berdiskusi dengan ibu rumah tangga, petani, dan tokoh pemuda mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Pendekatan yang santun dan menyatu dengan budaya lokal ini terbukti efektif dalam meruntuhkan dinding penolakan terhadap intervensi kesehatan modern yang seringkali dianggap asing oleh warga pedesaan.

Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat dalam Aksi Nyata

Dampak nyata dari program ini terlihat dari keterlibatan aktif para mahasiswa kesehatan UKPM. Bagi mahasiswa, Sekolah Rakyat adalah laboratorium sosial yang tak ternilai harganya. Mereka belajar mengaplikasikan ilmu keperawatan, kebidanan, atau kesehatan masyarakat dalam kondisi yang serba terbatas. Mahasiswa belajar bahwa menyosialisasikan pentingnya gizi seimbang di desa membutuhkan kemampuan komunikasi yang berbeda dibandingkan saat mengikuti ujian di kampus.

Dalam aksi nyatanya, mahasiswa melakukan pendampingan door-to-door. Mereka membantu warga membuat taman obat keluarga (TOGA), mendemonstrasikan pengolahan MP-ASI berbasis bahan pangan lokal yang murah dan bergizi, hingga membantu pemetaan risiko kesehatan lingkungan di tingkat dusun. Dampak yang dihasilkan sangat terukur: adanya peningkatan kesadaran warga untuk melakukan pemeriksaan rutin di Posyandu dan perbaikan kualitas sanitasi rumah tangga secara swadaya.

Penanggulangan Stunting Berbasis Komunitas di Muna

Salah satu fokus utama Sekolah Rakyat di wilayah Muna adalah percepatan penurunan angka stunting. UKPM menyadari bahwa stunting bukan hanya masalah medis, tetapi masalah sosial-ekonomi yang kompleks. Melalui Sekolah Rakyat, dibentuklah kelompok-kelompok “Ibu Peduli Gizi” yang diberikan pelatihan intensif mengenai pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Intervensi ini tidak hanya bersifat jangka pendek. Tim dari Universitas Karya Persada memberikan pendampingan dalam pemanfaatan sumber daya lokal, seperti pemanfaatan ikan laut dan sayuran lokal yang kaya mikronutrien sebagai sumber protein utama bagi balita. Keberhasilan program ini ditandai dengan menurunnya angka balita dengan berat badan kurang di desa-desa binaan. Sekolah Rakyat membuktikan bahwa solusi untuk masalah nasional bisa ditemukan melalui tindakan lokal yang konsisten dan berbasis data lapangan.

Literasi Digital Kesehatan untuk Warga Pedesaan

Di era informasi ini, Sekolah Rakyat juga menyentuh aspek literasi digital. Mahasiswa UKPM membantu warga desa dalam mengakses informasi kesehatan yang valid melalui ponsel pintar mereka. Hal ini penting untuk membentengi masyarakat dari serangan hoaks kesehatan yang seringkali menyesatkan, seperti isu negatif mengenai imunisasi atau pengobatan alternatif yang berbahaya.

Masyarakat diajarkan cara berkonsultasi secara daring dengan tenaga medis jika menghadapi keadaan darurat ringan. Inisiatif ini memperpendek jarak antara warga desa yang terpencil dengan akses layanan kesehatan profesional. Transformasi digital sederhana ini memberikan rasa aman bagi warga, karena mereka merasa tetap terhubung dengan pendamping kesehatan dari Sekolah Tinggi Kesehatan meskipun berada jauh dari pusat kota Raha.

Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Berbasis Kesehatan

Sekolah Rakyat tidak hanya bicara tentang penyakit, tetapi juga tentang kesejahteraan. UKPM mendorong masyarakat untuk mengolah potensi alam desa menjadi produk kesehatan bernilai ekonomis. Misalnya, pelatihan pembuatan sabun herbal dari minyak kelapa dan aromaterapi lokal, atau pembuatan jamu instan yang higienis. Produk-produk ini kemudian dikemas dan dipasarkan melalui pameran kampus atau media sosial.

Pendekatan ini sangat strategis karena kesehatan dan ekonomi saling bertautan. Masyarakat yang memiliki penghasilan tambahan akan lebih mampu membiayai kebutuhan gizi keluarganya. Inilah yang disebut sebagai dampak nyata yang holistik. Universitas Karya Persada Muna tidak hanya memberikan “ikan” berupa pengobatan gratis, tetapi memberikan “kail” berupa keterampilan yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan Stakeholder

Keberhasilan Program Sekolah Rakyat tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Muna dan Dinas Kesehatan setempat. UKPM bertindak sebagai katalisator yang menghubungkan program pemerintah dengan kebutuhan riil masyarakat. Data-data yang dikumpulkan oleh mahasiswa selama program berlangsung seringkali menjadi referensi bagi Puskesmas untuk melakukan tindak lanjut medis yang lebih spesifik.

Kolaborasi ini menciptakan sinergi yang kuat dalam sistem kesehatan daerah. Pihak universitas menyediakan tenaga ahli dan inovasi, sementara pemerintah daerah menyediakan dukungan kebijakan dan infrastruktur. Model kerjasama ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain di Sulawesi Tenggara, sebagai standar emas pengabdian masyarakat yang berorientasi pada hasil (outcomes) bukan sekadar output dokumentasi.

Testimoni dan Perubahan Paradigma Masyarakat

Suara dari masyarakat adalah indikator keberhasilan paling jujur. Banyak warga desa yang mengaku merasa lebih dihargai dan diperhatikan dengan kehadiran Sekolah Rakyat. Paradigma masyarakat yang dulunya takut ke rumah sakit kini berubah menjadi lebih preventif. Mereka mulai memahami bahwa kesehatan adalah aset yang harus dijaga setiap hari melalui kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dan menjaga kebersihan lingkungan.

Perubahan paradigma ini juga terjadi di kalangan tokoh adat dan tokoh agama. Mereka kini menjadi pendukung utama program kesehatan di desa. Kolaborasi antara ilmu kesehatan modern dengan pengaruh tokoh masyarakat menciptakan kekuatan persuasi yang luar biasa. Sekolah Rakyat telah berhasil membangun modal sosial berupa kepercayaan (trust) yang menjadi modal utama dalam setiap upaya pembangunan di pedesaan.

Keberlanjutan Program dan Visi Masa Depan UKPM

Sebagai institusi pendidikan yang progresif, Universitas Karya Persada Muna berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan Sekolah Rakyat. Program ini terus dievaluasi dan dikembangkan sesuai dengan dinamika kebutuhan masyarakat. Visi masa depan adalah menjadikan setiap desa di Muna memiliki “Kader Sekolah Rakyat” yang mandiri dan mampu menjadi penggerak kesehatan di lingkungannya sendiri tanpa harus selalu bergantung pada kehadiran tim dari kampus.

UKPM ingin membuktikan bahwa institusi pendidikan di daerah mampu memberikan kontribusi yang setara dengan universitas besar di kota-kota besar. Dengan fokus pada masalah lokal dan pendekatan yang tulus, Sekolah Rakyat menjadi identitas kebanggaan bagi seluruh civitas akademika UKPM. Inovasi ini menegaskan posisi universitas sebagai agen perubahan sosial yang nyata bagi kemajuan Kabupaten Muna dan Indonesia Timur pada umumnya.

Baca Juga: Pengalaman Magang Mahasiswa di Dunia Industri dan Perbankan