Aktivitas melaut yang dilakukan oleh para nelayan tradisional menyimpan risiko kesehatan yang cukup besar, terutama pada organ penglihatan. Kontak terus-menerus dengan gesekan angin malam, percikan air laut yang tinggi akan kadar garam, serta paparan debu di area pesisir menjadi pemicu utama penurunan kualitas penglihatan para pekerja laut. Meringankan beban kesehatan masyarakat pesisir tersebut mendorong Universitas Karya Persada Muna menggelar aksi kepedulian sosial yang berfokus pada proteksi penglihatan. Melalui program kerja masyarakat ini, aksi pembagian tetes mata steril pembersih debu hadir sebagai langkah nyata untuk menjaga kesehatan mata para nelayan di kawasan Kabupaten Muna.

Kondisi mata merah, iritasi ringan, hingga rasa ganjal akibat partikel mikro yang tersangkut sering kali diabaikan oleh para nelayan. Keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan serta minimnya pemahaman mengenai higienitas indra penglihatan memperburuk keadaan ini. Langkah preventif yang dihadirkan oleh sivitas akademika Universitas Karya Persada Muna tidak hanya membagikan produk medis secara cuma-cuma, melainkan juga mengusung misi edukasi kesehatan yang menyeluruh.

Urgensi Kesehatan Mata bagi Masyarakat Pesisir Muna

Lingkungan kerja sektor kelautan memiliki karakteristik ekstrem yang memengaruhi organ tubuh secara langsung. Debu pasir pantai yang terbawa angin kencang sering masuk ke dalam rongga mata tanpa disadari. Tanpa penanganan medis yang steril, kebiasaan mengucek organ penglihatan menggunakan tangan atau kain kotor justru memicu infeksi kornea yang serius.

Ancaman Partikel Mikro dan Sinar UV di Laut

Paparan radiasi ultraviolet dari pantulan sinar matahari di permukaan air laut berkombinasi dengan kotoran mikro udara, menciptakan risiko iritasi kronis. Gejala awal yang kerap diabaikan meliputi:

  • Rasa pedih yang berkepanjangan setelah berlayar.
  • Sensasi ganjal akibat masuknya pasir halus.
  • Pembuluh darah mata membesar hingga memerah.
  • Produksi air mata berlebih yang tidak normal.

Menghadapi tantangan lingkungan tersebut, penggunaan pembersih cair steril menjadi kebutuhan mendesak. Cairan pembersih khusus berfungsi membilas kotoran yang menempel sekaligus mengembalikan kelembapan alami permukaan kornea sebelum terjadi infeksi bakteri.

Inisiatif Universitas Karya Persada Muna dalam Pengabdian Masyarakat

Universitas Karya Persada Muna terus menunjukkan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang responsif terhadap permasalahan sosial di sekitarnya. Program pembagian tetes mata steril ini dirancang khusus untuk menyasar kantong-kantong pemukiman nelayan yang memiliki keterbatasan jangkauan layanan medis dasar.

Tim pengabdian yang terdiri dari dosen serta mahasiswa lintas fakultas kesehatan turun langsung ke dermaga dan TPI (Tempat Pelelangan Ikan). Pendekatan jemput bola ini memastikan bantuan medis terdistribusi secara merata kepada para pekerja perikanan yang baru saja bersandar setelah semalaman berlayar. Selain menyalurkan obat bilas steril, tim medis lapangan juga menyediakan sesi konsultasi gratis mengenai perawatan organ penglihatan secara alami.

Kehadiran program pengabdian ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat lokal. Banyak nelayan mengaku bahwa bantuan berupa cairan pembersih hidrasi mata sangat berharga, mengingat selama ini mereka hanya mengandalkan pembilasan menggunakan air tawar biasa yang belum tentu terbebas dari kuman.

Standar Sterilitas dan Cara Penggunaan Obat Cuci Mata yang Benar

Distribusi obat medis cair memerlukan penyampaian informasi penggunaan yang akurat agar manfaatnya maksimal dan tidak menimbulkan efek samping negatif. Tim akademisi memastikan bahwa produk yang dibagikan memenuhi standar kefarmasian yang aman, bebas dari kontaminasi, dan teruji secara klinis.

Aksi pembagian tetes mata steril pembersih debu ini dilengkapi dengan peragaan tata cara aplikasi yang higienis. Petunjuk teknis yang disosialisasikan kepada para warga pesisir meliputi:

  • Cuci Tangan: Memastikan kedua tangan bersih menggunakan sabun antiseptik sebelum menyentuh botol kemasan.
  • Posisi Kepala: Menengadahkan kepala ke atas secara perlahan sembari menarik kelopak mata bagian bawah.
  • Aplikasi Cairan: Meneteskan cairan tanpa menyentuhkan ujung botol langsung ke permukaan kornea guna menjaga sterilitas wadah.
  • Pemeraman Sejenak: Memejamkan mata selama beberapa detik agar cairan pembersih meresap dan membasuh kotoran secara merata.
  • Penyimpanan Wadah: Menyimpan botol kemasan di tempat yang sejuk serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung.

Edukasi mengenai sterilitas ini sangat penting karena penyalahgunaan obat atau penggunaan botol yang sudah terkontaminasi justru berpotensi memasukkan mikroorganisme berbahaya ke dalam jaringan lunak mata.

Dampak Jangka Panjang dan Harapan Kesadaran Hidup Sehat

Program kepedulian yang diusung oleh Universitas Karya Persada Muna ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan warga. Kesehatan indra penglihatan yang terjaga secara langsung mendukung produktivitas para pekerja laut dalam mencari nafkah sehari-hari.

Kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan jaringan mata kini mulai tumbuh di kalangan komunitas nelayan Muna. Melalui penyediaan sarana medis dasar dan pendampingan informasi yang konsisten, angka kejadian penyakit pterigium maupun iritasi mata kronis di kawasan pesisir dapat ditekan secara signifikan.

Kerja sama antara institusi pendidikan dan masyarakat lokal ini membuktikan bahwa aksi nyata di lapangan mampu menjadi solusi efektif atas permasalahan kesehatan daerah. Ke depan, kegiatan pengabdian serupa diharapkan terus berlanjut dengan cakupan wilayah yang lebih luas.

Kesimpulan

Langkah kepedulian yang diwujudkan melalui pembagian tetes mata steril pembersih debu oleh Universitas Karya Persada Muna merupakan bentuk nyata pengabdian masyarakat yang tepat sasaran. Bantuan sarana hidrasi mata dan edukasi higienitas ini berhasil meningkatkan pemahaman para nelayan akan pentingnya menjaga organ penglihatan dari ancaman debu pesisir serta bahaya cuaca laut. Sinergi berkelanjutan antara akademisi dan warga pesisir menjadi kunci utama menciptakan masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera.

Baca juga: Sadar Hukum Sejak Dini: UKPM Edukasi Warga Desa Lewat Talkshow

bento4d bento4d bento4d